Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hadis

Mengoreksi Perilaku Para Dai

Al-Imam al-Bukhari rahimahullah berkata, عَنْ أَبيْ مَسْعُودٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ : وَا يَا رَسُولَ ا إِنِّي لَأَتَأَخَّرُ عَنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ مِنْ أَجْلِ فُلَانٍ مِمَّا يُطِيلُ بِنَا فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ ا فِي مَوْعِظَةٍ أَشَدَّ غَضَبًا مِنْهُ يَوْمَئِذٍ ثُمَّ قَالَ : إِنَّ مِنْكُمْ مُنَفِّرِينَ فَأَيُّكُمْ   مَا صَلَّى بِالنَّاسِ فَلْيَتَجَوَّزْ فَإِنَّ فِيهِمْ الضَّعِيفَ وَالْكَبِيرَ وَذَا الْحَاجَةِ Dari Abu Mas’ud radhiallahu ‘anhu , seseorang datang mengadu, “Wahai Rasulullah, demi Allah, aku sengaja mengakhirkan shalat subuh karena perbuatan fulan. Ia memanjangkan (bacaan shalat) saat mengimami kami.” Abu Mas’ud berkata, “Sungguh, aku belum pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat marah ketika menyampaikan peringatan melebihi kemarahan beliau pada hari tersebut.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, di antara kalian ada ,lorang yang membuat manusia lari! Siapa pun di ...

Hadits Tentang Shalat Isyraq, Dhaifkah?

Hadits Pertama: Dari Anas bin Malik  Radhiallahu ‘Anhu , bahwa Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah lalu dia duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari kemudian shalat dua rakaat maka dia seperti mendapatkan pahala haji dan umrah.” Anas berkata: Rasulullah bersabda: “Sempurna, sempurna, sempurna.”

Keluar dari Jamaah Umat Islam

1. Ungkapan  “Tangan Allah bersama jamaah.” Ini adalah hadits Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam . Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda: إِنَّ اللَّهَ لَا يَجْمَعُ أُمَّتِي – أَوْ قَالَ: أُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَلَى ضَلَالَةٍ، وَيَدُ اللَّهِ مَعَ الجَمَاعَةِ، وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى النَّارِ Sesungguhnya Allah tidak akan mengumpulkan umatku -atau Beliau bersabda: umat Muhammad  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam - di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jamaah, dan barang siapa yang menyempal maka dia menyempal menuju neraka.

Manusia Berkualitas

Pada suatu hari Umar radhiyallahu anhu berkumpul dengan para sahabatnya, ia meminta kepada koleganya untuk berangan-angan, seraya berkata : “Berangan-anganlah kalian!”, mereka menjawab: “Kami berangan-angan kalau rumah kami ini penuh dengan harta berupa emas dan perak, yang kesemuanya kami habiskan di jalan Allah Ta’ala”, Umar radhiyallahu anhu tetap meminta kepada koleganya untuk terus berangan-angan seraya berkata: “Berangan-anganlah kalian!”, maka mereka berangan-angan kalau di rumah mereka penuh dengan intan dan permata yang kesemuanya mereka habiskan ke jalan Allah, lalu Umar radhiyallahu anhu meminta kembali agar shahabat-shahabatnya berangan-angan lagi, namun mereka justru balik bertanya: “Apa lagi ya Amiral Mukminin?” Umar menjawab: “Kalau aku, berangan-angan jika di tengah-tengah umat ini terdapat sosok seperti Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu anhuma yang dapat kupergunakan dalam rangka menegakkan agama Allah”. Subhanallah .. sungguh beda, c...

Pentingnya Dzikrullah

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ Dari Aisyah dia berkata, “Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berdzikir kepada Allah dalam semua keadaannya.”  (HR. Muslim). ———————————– Istilah  dzikrullah  (berdzikir kepada Allah) memiliki dua makna, yang kedua-duanya diperintahkan untuk kita penuhi, yaitu:  dzikrullah  dengan arti: mengingat Allah, dan yang kedua:  dzikrullah  dengan makna: menyebut Allah melalui Nama-Nama dan Shifat-Shifat-Nya, serta bukti-bukti keagungan dan kemuliaan-Nya.  Dzikrullah  dengan arti dan makna pertama bisa semakna dengan  mur a qabatullah  (mengingat dan memperhatikan pengawasan Allah), sebagaimana dalam hadits Jibril  ’alaihis-sal a m : Dia (Jibril as.) bertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan itu apa?’ Beliau (Rasulullah SAW.) pun menjawab: “Kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya...