Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aqidah

Warga Bertanya Apa Dilarang Ajarkan Al Maidah 51? Ini Jawaban HNW

Majalah Fajar Islam.com-SALATIGA -- Seorang pria berdiri dan mengangkat tangan hendak mengajukan pertanyaan kepada Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid ketika Sosialisasi Empat Pilar kepada Yayasan Mutiara Hati. Sosialisasi itu dihadiri lebih dari 200 orang yang terdiri dari berbagai kalangan mulai dari warga hingga ulama. Suara pria itu  yang berapi-api memenuhi ruang dengan cahaya temaram di Gedung Pertemuan Daerah Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (24/11). Sesekali, tepuk tangan mengiringi kata-kata pria yang mengaku bernama Kyai Abda itu.

Jepang Optimalkan Pasar Makanan Tradisional Halal

Majalah Fajar islam- AKITA PRED – Selain beras, perusahaan makanan di Jepang dapat memiliki sertifikat halal bagi makanan tradisional mereka. Sehingga makanan tersebut dapat menjadi warisan budaya yang diakui oleh UNESCO.  Seperti yang dilansir /Japan Times/ Rabu (22/1), Feed Innovation Inc telah memproduksi dan memasarkan produk pertanian organik. Mereka mulai menjual padi yang telah di panen pada musim gugur terakhir dengan mencantumkan label halal.

Bagaimana Iman Meningkatkan Derajat Manusia?

Majalah Fajar Islam -Dengan keimanan, derajat manusia dapat naik hingga derajat yang tertinggi. Maka dengan derajat yang tinggi itu, manusia menjadi mempunyai sebuah nilai yang dapat memasukkannya ke dalam surga. Sebaliknya, dengan kekafiran, derajat manusia dapat turun hingga derajat yang serendah-rendahnya. Maka dengan derajat yang rendah itu, manusia tidak mempunyai nilai yang tidak berharga, sehingga dia dimasukkan ke dalam neraka.

Ahlus Sunnah wal Jamaah

Majalah Fajar Islam -Sebagian kalangan mencoba mengaburkan fakta keberagaman dengan alasan  wihdatul ummah  (persatuan umat). Mereka mencoba “mendamaikan” antara Ahlus Sunnah dan Syiah di bawah slogan; Tuhan yang satu, Nabi yang satu, Kitab yang satu, Kiblat yang satu, buat apa kita berpecah ….., begitu  rahmat  slogan ini tetapi di baliknya mengandung azab. Apakah mungkin bersatu kepada kaum yang jika disebut nama Abu Bakar, Umar, Utsman, Muawiyah, dan Abu Hurairah, mereka menyebutnya dengan  la’natullah ‘alaihim,   thaghut ,  munafiq  …. Sedangkan kita mendoakannya dengan  Radhiallahu ‘Anhum  (semoga Allah meridhai mereka)  … ?

Bagaimana Iman Meningkatkan Derajat Manusia?

Majalah Fajar Islam- Dengan keimanan, derajat manusia dapat naik hingga derajat yang tertinggi. Maka dengan derajat yang tinggi itu, manusia menjadi mempunyai sebuah nilai yang dapat memasukkannya ke dalam surga. Sebaliknya, dengan kekafiran, derajat manusia dapat turun hingga derajat yang serendah-rendahnya. Maka dengan derajat yang rendah itu, manusia tidak mempunyai nilai yang tidak berharga, sehingga dia dimasukkan ke dalam neraka.

Soal 'Tukang Bubur Naik Haji', RCTI Siap Penuhi Panggilan KPI

RCTI menyatakan akan memenuhi panggilan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait laporan soal sinetron yang dianggap merendahkan simbol Islam.  Dalam konfirmasinya ke  Republika , Sekretaris Perusahaan RCTI, Adjie S. Soeratmadjie mengatakan, pihaknya bersedia hadir dan menjelaskan sesuai keinginan KPI. 

MUI: Eyang Subur Menyimpang dari Akidah Islam

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan paham dan pengamalan keagamaan Eyang Subur telah menyimpang dari akidah dan syariat Islam karena melakukan praktik perdukunan dan ramalan. "Atas dasar itu, MUI meminta Saudara Subur untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus," kata Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin.

Sakit; Tanda Cinta Allah Kepada Hamba

Oleh: Badrul Tamam Al-hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Musibah itu datangnya dari Allah Ta'ala. Terkadang ia menjadi bukti kecintaan-Nya kepada seorang hamba. Ia laksana obat, walaupun pahit ia akan meminumnya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dalam hadits Shahih disebutkan,

Tauhid Inputnya, Akhlak Mulia Outputnya

Oleh: Ust. Abu Izzuddin Fuad Al-Hazimi Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalwat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga danpara sahabatnya. Seorang Doktor di bidang aqidah bertanya kepada Syaikh DR. Umar Al Asyqor guru besar ilmu Aqidah, “Wahai syaikh, saya sudah mencapai gelar akademik tertinggi dalam ilmu aqidah, namun saya belum merasakan dalamnya aqidah ini tertanam di hati dan jiwaku.”

Makna Dua Kalimat Syahadat

Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah ?Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga, para sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman. Melafadzkan dua kalimat syahadat dan mengamalkan tuntutannya merupakan rukun dasar agama Islam. Namun sayang, banyak orang yang tidak memahaminya. Lebih dari itu, banyak yang mencukupkannya hanya dengan mengucapkannya tanpa memahami makna dan mengamalkan tuntutannya.

Hidayah Umum bagi Setiap Makhluk

ditulis oleh: Al-Ustadz Muhammad Afifuddin) Segenap makhluk di sini meliputi manusia, jin, dan hewan. Allah l berfirman: “Sucikanlah nama Rabbmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), yang menentukan kadar (masing-masing), dan yang memberi petunjuk.” (al-A’la: 1—3) Yang dimaksud dengan hidayah dalam ayat di atas adalah hidayah umum kepada segenap makhluk hidup dan kemaslahatan hidup mereka. (Syifa’ul ‘Alil hlm. 163)

Perbedaan Angan-angan dan Harapan

Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Ketika seseorang mengharapkan sesuatu, dia harus mengetahui bahwa harapannya itu akan berkonsekuensi pada tiga hal: 1.    Mencintai apa yang ia harapkan. 2.    Ia merasa khawatir tidak mendapatkan apa yang ia harapkan. 3.    Ia berusaha untuk mendapatkan apa yang diharapkan dengan segala kemampuannya. Harapan yang tidak disertai satupun dari tiga hal di atas maka itu hanya angan-angan belaka. Harapan dan angan-angan adalah dua perkara yang berbeda. Setiap orang yang mengharapkan sesuatu maka pada dirinya akan muncul perasaan takut kehilangan apa yang ia harapkan, akan berusaha menempuh jalan untuk mendapatkan apa yang ia harapkan. Bila takut kehilangan apa yang ia harapkan maka ia akan segera berupaya agar tidak terluputkan dari apa yang ia harapkan.

Memenuhi Seruan allah dan Rasul Nya

Dalam al-Qur’an yang mulia, Allah l berfirman kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, “Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian berpaling dari ketaatan dalam keadaan kalian mendengar. Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang mengatakan, ‘Kami mendengar’, padahal mereka tidaklah mendengar. Sesungguhnya makhluk melata yang paling buruk di sisi Allah adalah orang yang tuli dan bisu lagi tidak berakal. Seandainya Allah mengetahui pada mereka ada kebaikan niscaya Allah menjadikan mereka mau mendengar. Seandainya pun Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedangkan mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu). Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, apabila Rasul mengajak kalian kepada perkara yang bisa memberikan kehidupan kepada kalian. Ketahuilah Allah menghalangi/membatasi antara manusia dan hatinya1, dan sungguh hanya kepada-Nya kalian aka...

Memahami Syirik, Kufur, dan Nifaq

Fajar Islam -Syirik, kufur dan nifaq adalah tiga hal yang bisa membatalkan tauhid seseorang atau setidak-tidaknya mengurangi kesempurnaannya. Oleh karena itu, kita harus memiliki pemahaman yang betul-betul baik tentang tiga perkara ini. Dan yang paling penting adalah, kita senantiasa berusaha agar tidak terjatuh dan terjerumus kedalam tiga perkara tersebut. Sebelum kita membahas satu persatu ketiga perkara ini, marilah terlebih dulu kita perhatikan dan kita renungkan beberapa firman Allah berikut ini: ”Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);  sesungguhnya telah jelas jalan yang lurus daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang kufur   kepada thaghut  dan  beriman kepada Allah , maka berarti ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Baqarah : 256). ”Dan sungguh Kami telah mengutus seorang rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan),  ’Beribadahlah...