Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Even

Terduga Teroris Bandung Kabur

majalahfajarislam.com- Terduga teroris di rumah kontrakan Jalan Arum Sari 7, Babakan Sari, Bandung masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Menurut Kapolrestabes Bandung Kompol Abdulrahman Baso, terduga bernama Dedi, diperkirakan berumur 40 tahun, kurus dan berambut pendek. "Masih ditelusuri identitas pelaku. Sekarang kabur, sementara warga terakhir melihat dua hari yang lalu," ujar dia, Kamis (9/5).

Soal 'Tukang Bubur Naik Haji', RCTI Siap Penuhi Panggilan KPI

RCTI menyatakan akan memenuhi panggilan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait laporan soal sinetron yang dianggap merendahkan simbol Islam.  Dalam konfirmasinya ke  Republika , Sekretaris Perusahaan RCTI, Adjie S. Soeratmadjie mengatakan, pihaknya bersedia hadir dan menjelaskan sesuai keinginan KPI. 

MUI: Eyang Subur Menyimpang dari Akidah Islam

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan paham dan pengamalan keagamaan Eyang Subur telah menyimpang dari akidah dan syariat Islam karena melakukan praktik perdukunan dan ramalan. "Atas dasar itu, MUI meminta Saudara Subur untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus," kata Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin.

Sinetron Rendahkan Islam, KPI Panggil Stasiun TV Hari Ini

 Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memastikan Senin (22/4) pagi dua stasiun televisi swasta nasional, RCTI dan SCTV akan datang untuk memberikan penjelasan terkait keluhan sinetron penokohan 'Pak Haji' yang ditayangkan kedua stasiun televisi tersebut. Kedatangan dua stasiun televisi swasta nasional ini, setelah pihak KPI melayangkan surat panggilan. Wakil Ketua KPI Pusat, Ezki Suyanto mengatakan, surat panggilan sudah dilayangkan ke RCTI dan SCTV beberapa hari yang lalu. 

MUI tak Kompromi Soal Miss World

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan, tidak mau kompromi dengan segala bentuk pagelaran Miss World di Indonesia, walaupun acara tersebut diatur agar sesuai dengan budaya Timur. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional KH Muhyiddin Junaidi mengatakan, bagaimanapun bentuk pelaksanaan Miss World, akan tetap banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. “Nilai hedonisme dan materialisme warisan Yunani dan Romawi kuno sangat terlihat kental dalam pelaksanaan Miss World,” ujarnya, Ahad (22/4).