Langsung ke konten utama

Pembuat Film 'Fitna' Masuk Islam

MajalahFajar IslamUsai melaksanakan umrah pertamanya, mantan politikus Partai Kebebasan Belanda (PVV), Arnoud Van Doorn kian mantap mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan pesan Islam.

“Saya tidak akan berhenti untuk melindungi hak-hak Muslim di Eropa. Saya juga akan menyebarkan pesan Islam ke seluruh dunia,” katanya dalam sesi wawancara bersama Saudi Gazzeete, Rabu (24/4).

Doorn mengatakan, niatnya itu adalah wujud dari komitmennya usai mengucapkan dua kalimat syahadat. Itu sekaligus menjadi itikad baiknya untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu.

“Saya akan bekerja keras guna memperbaiki apa yang saya rusak, termasuk ketika saya menjelek-jelekan Rasulullah dalam film Fitna,” ujarnya menjelaskan.

Ia mengaku sedih ketika menyadari telah melakukan kesalahan besar. “Saya berharap bisa melupakan itu. Karena saya memang tidak ingin mengingatnya,” tuturnya dengan nada sedih.

Dikatakan Doorn, film Fitna memicu reaksi keras dan telah membawa informasi salah. “Saya berencana untuk meluruskan apa yang salah dengan membuat film internasional yang menyoroti sifat mulia Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam,” tutupnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Ini di 711, Tariq ibn-Ziyad dan Pasukannya Mendarat di Gibraltar

Majalahfajarislam.com -,Inilah salah satu panglima terbesar di dunia.  Tariq bin Ziyad dikenal dalam sejarah Spanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata). Ia adalah seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada 711 M.

Rakyat Pribumi Panama Ramai-Ramai Peluk Islam

Majalah Fajar Islam- Jumlah pemeluk Islam di kalangan penduduk asli Panama mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya itu, bahkan sekarang berdiri mushala pertama yang dibangun penduduk pribumi negeri tersebut.

Kasus Femicide di Turki Meningkat Tajam Setelah Kudeta Gagal

Majalah Fajar Islam-ANKARA -- Kasus  femicide  di Turki meningkat tajam sampai 25 persen dan mencapai 409 pada 2017, sehingga menyulut kemarahan masyarakat, yang menuntut tindakan yang lebih efektif terhadap masalah besar sosial itu.  Femicide  adalah pembunuhan terhadap seorang perempuan, oleh orang dekat atau mantan orang dekat.