Langsung ke konten utama

Ayah Tersangka Pengeboman Boston Desak Anaknya Menyerah


MAKHACHKALA--Identitas dua tersangka dibalik pengeboman Boston--serangan bom kedua di AS, sejak peristiwa 9/11--telah diungkap oleh Kepolisian Boston, Jumat (19/4). Satu orang dinyatakan tewas, satu lagi masih diburu oleh polisi.

Begitu detail tersangka yang tewas Tamerlan Tsarnaev, 26 tahun, dan adiknya Dzhokhar, 19, mencuat ke publik, para kerabat mereka yang tinggal di AS menyatakan permintaan maaf kepada warga Boston atas perbuatan kriminal keduanya.

Sementara di Rusia, ayah tersangka menolah mempercayai bahwa kedua putranya mampu melakukan dua kali pengeboman pada Senin yang melumpuhkan dan membunuh orang tak berdosa di ajang Maraton Boston 2013.

Anzor Tsarnaev, nama si ayah, kepada media AS dari rumahnya di Kota Makhachkala, Rusia, mendesak putra termudanya, Dzhokhar untuk menyerahkan diri.

"Menyerahlah, menyerahlah. Kamu memiliki masa depan cerah," kepadaABC. Meski ia juga mengingatkan bila Dzhokhar--yang disebutnya sebagai 'malaikat sejati'--terbunuh oleh polisi maka 'seluruh neraka bisa pecah'

Diyakini keluarga tersebut datang ke AS dari Kaukasus Utara untuk mencari suaka. Wall Street Journal pada Jumat melaporkan Anzor Tsarnaev meninggalkan Amerika beberapa tahun lalu ke Eropa, untuk perawatan kanker otak. Hanya saja anggota keluarga lain tetap tinggal di AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Ini di 711, Tariq ibn-Ziyad dan Pasukannya Mendarat di Gibraltar

Majalahfajarislam.com -,Inilah salah satu panglima terbesar di dunia.  Tariq bin Ziyad dikenal dalam sejarah Spanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata). Ia adalah seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada 711 M.

Rakyat Pribumi Panama Ramai-Ramai Peluk Islam

Majalah Fajar Islam- Jumlah pemeluk Islam di kalangan penduduk asli Panama mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya itu, bahkan sekarang berdiri mushala pertama yang dibangun penduduk pribumi negeri tersebut.

Kasus Femicide di Turki Meningkat Tajam Setelah Kudeta Gagal

Majalah Fajar Islam-ANKARA -- Kasus  femicide  di Turki meningkat tajam sampai 25 persen dan mencapai 409 pada 2017, sehingga menyulut kemarahan masyarakat, yang menuntut tindakan yang lebih efektif terhadap masalah besar sosial itu.  Femicide  adalah pembunuhan terhadap seorang perempuan, oleh orang dekat atau mantan orang dekat.